Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Wilayah Aceh bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry telah mengadakan Pelatihan Laboran Bahasa untuk MTs/MA seluruh Aceh pada tanggal 03-08 Juni 2024 di Wisma Tamu UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dasar bagi laboran bahasa agar memiliki pengetahuan dan kemampuan mengenai pengelolaan laboran bahasa sesuai dengan prosedur yang berlaku. Peserta adalah para guru bahasa di MTs dan MA yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Wilayah Aceh. Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Pada hari pertama pelatihan, kegiatan dimulai dengan pemberian materi yang berkaitan dengan sistem pelatihan dan pengembangan SDM Kementrian Agama, Nilai-Nilai Dasar SDM Kementrian Agama, serta Building Learning Commitment.
[metaslider id=”670″]
Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai Program Kerja dan Kegiatan Laboratorium Bahasa yang disampaikan oleh Dr. Nur Chalis, MA., selaku Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry. Di hari kedua, materi mengenai Pengelolaan Sarana dan Prasarana disampaikan oleh Nur Akmaliyah, M.A. Materi yang berkaitan dengan Pengelolaan Administrasi Laboratorium Bahasa disampaikan pada hari ketiga oleh Asma, M.Ed yang merupakan dosen pada prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Iskandar Muda. Keduanya juga merupakan pengajar tetap pada lembaga Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry. Pada hari keempat, peserta dibekali dengan materi yang tidak kalah penting yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium Bahasa yang disampaikan oleh Nur Amalia Sari, MInter&TransSt, laboran pada lembaga yang sama. Peserta juga diajak untuk mengunjungi Pusat Pengembangan Bahasa dan melihat secara langsung bagaimana laboratorium bahasa yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Pada hari terakhir, peserta tidak hanya diminta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut namun diberikan juga evaluasi program untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta mengenai sejumlah materi pelatihan yang telah diberikan selama 60 jam tersebut.